KEHENINGAN MALAM


Di tengah malam yang sunyi hanya terdengan kicauan jangkrik bernyanyi dan menyerukan bunyian-bunyian lelucon pengantar tidur sehingga membuat mata terlena dengan seruannya dan terlelap. tapi kedua mata ini terhindar dari hipnotisnya yang begitu memukau dan melenakan sepasang mata lainnya. hati dan pikiran ini meracau tidak karuan sehingga kutuangkan dalam tulisan malam ini yang tidak tahu dari mana datangnya seruan hati yang di transpferkan ke pikiran diteruskan ke mulut dan digerakkan tangan ini untuk menuliskan kata-kata yang hanya serangkaian kata-kata sampah yang tidak lebih hanya sekedar pemikiran seorang insan yang dhaif dan selalu membuat kesalahan...

Kulangkahkan kaki menuju baitMu
Tempat dimana Engkau bersemayam dalam kekudusan
Tempat dimana Engkau bertahta dengan Mulia
Tempat dimana aku ingin tumpahkan rasa,,,,

Gelap menyelimuti jiwaku,,,,.
Dan kesedihan ingin merenggut nyawaku,,,
Kutundukkan wajahku, dan pejamkan mata
Kusebut namaMu dan kuucap galauku

Ya,,,,Engkau yang kusebut kekasih jiwaku,,,
Engkau yang lebih mengerti aku,,,,,,
Melebihi diriku sendiri,,,,
Kini aku sujud di altarMu,,,,

Aku sujud hanya karena rinduku
Rindu ingin tumpahkan sesak didadaku
Karena hanya Engkau yang mengerti rasaku

Ya Rabbi,,,,
Engkaulah tangan lembut yang setia menepuk pundakku
Dan tangan yang menopangku hingga aku tegar dalam hari-hariku
Ilahi Rabbi,,,
Engkaulah tatapan teduh seorang ibu,,,,
Seorang ibu yang setia mendengar jerit tangisku,,,
Rabb ku,,, didalam gelam malam ini,,,,,
Disaat baitmu sepi tanpa pemuja-pemujaMu
Aku datang dalam sunyi, aku datang karena letih
Letih yang tiada tertahan di jiwaku,,

Aku datang karena aku tak ingin semua membaca pedih dari sudut mataku
Atau mendengarnya dari desah nafas yang tertahan,,,
Atau menyentuhnya dalam gelisahku,,,
Aku tak ingin semua orang tau gemuruh di jiwaku

Kutinggalkan semuanya berselimutkan Tanya,,,
Dan aku datang padaMu ingin tumpahkan semua rasa,,,
Meski tak terasa derai air mata telah basahi altarMu,,,
Di iringin lilin yang hendak padam karena tak kuasa menatapku menahan duka

Di sepi malam ini hanya ada Aku dan Dikau Ya Rabb,,,
Hanya kita, diterangi lilin yang redup menahan pedih,,,
Aku tumpahkan semua dalam jerit tangis, dan nafas yang tersengal
Kuucap semua, meski aku tahu, Engkau sudah lebih tahu

Tak peduli pada sang waktu…
Aku tetap terpaku,,
Merintih kepadaMu,,,

Kubiarkan tetes air mataku,,
Seolah dia ingin bersihkan semua debu,,,
Debu dalam kalbu yang beku,,,

Sejenak semilir angin membelai wajahku,,,
Kubiarkan mata terpejam menikmati sentuhanMu
Kuhirup nafas dalam-dalam seakan ingin Engaku masukiku
Hingga Engkau mengusir galauku,,,

Diiringi derai air mata,,,
Aku meyerah pasrah,,, Pasrah dan kini tanpa kata,,,
Hanya sunyi yang teduhkan jiwa,,,
Karena aku percaya,,,Engkau disana,,,
Biarkan BahuMu tempatku bersandar…
Seraya Membelaiku bagaikan Bunda yang tak inginku berduka.
Kubiarkan waktu berlalu,,,bersama derail airmata,,
Air mata yang bisa melegahkan kegalauanku,,,

Comments

Popular Posts